Competitions
Football Association of Thailand (FAT) resmi memecat Ishii Masatada per 21 Oktober lalu. Baru-baru ini, Ishii mengemukakan kemarahannya terhadap prosedur pemecatannya.
FAT resmi memecat Ishii per hari Selasa lalu pada sekitar 15:00 waktu setempat. Ini mengakhiri kerja sama Thailand dan Ishii yang sudah berlangsung hampir dua tahun. Ishii sendiri dipinang sebagai pelatih Thailand pada 22 November 2023 lalu.
Ishii tidak terima dan langsung meluapkan kemarahannya dalam media sosial pribadinya. Menurutnya, pada Selasa pagi, Ishii baru saja melakukan rapat dengan pengurus FAT. Rapat tersebut dilakukan untuk membahas pergantian tim kepelatihan Thailand.
Saat itu, Ishii menegaskan jika dia tidak menandatangani dokumen apa pun yang menyatakan dirinya bersedia dipecat. Ini bertolak belakang dengan pernyataan FAT, yang menyatakan Ishii sudah menandatangani dokumen sejenis. "Mereka itu berbohong. Itu tidak benar. Saya meminta kepada para pengurus agar mempertimbangkan keputusan tersebut di lain hari. Kenyataannya, sore harinya saya langsung dipecat," ujar Ishii.
Pemecatan ini jelas tidak masuk akal untuk Ishii ataupun pendukung sepak bola Thailand. Ini karena Thailand tampil cukup baik sepanjang Kualifikasi Piala Asia 2027. Mereka masih memiliki poin yang sama dengan Turkmenistan di klasemen Grup D Kualifikasi Piala Asia 2027. Bahkan, pada bulan Oktober ini, Thailand mengalahkan Cina Taipei dengan skor 2-0 dan 1-6 di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh FAT, mereka memberikan alasan pemecatan Ishii. FAT menyebut gaya manajemen serta cara main Ishii tidak lagi cocok untuk Thailand saat ini. Yang lebih mengejutkan, mereka menyebut Ishii punya rekor buruk selama melatih Thailand. Padahal, dari 30 laga yang dijalani Thailand bersama Ishii, Thailand meraih 16 kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya menelan delapan kekalahan, membuat rasio kemenangannya berada di angka 53,33%.
Nualphan Lamsam atau yang lebih dikenal dengan Madam Pang, akhirnya angkat bicara. Perempuan yang menjadi Ketua Umum FAT itu menjelaskan alasan pemecatan Ishii. "Keputusan dari federasi didasarkan pada kinerja Ishii selama ini. Pergantian pelatih ini adalah hal yang umum terjadi di seluruh dunia. Bagi saya, performa dan kesuksesan Thailand adalah faktor terpenting dalam pemecatan ini," tulis Madam Pang dalam unggahannya ke media sosial pribadinya.
Madam Pang menyinggung kegagalan lolosnya Thailand ke Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia lalu sebagai titik awal pertimbangan pemecatan. "Awalnya targetnya adalah lolos ke Ronde Ketiga seperti empat tahun lalu [Thailand masuk Ronde Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia]. Tapi kami justru gagal lolos ke Ronde Ketiga itu. Ini yang membuat kami mulai melakukan pertimbangan, yang berujung keputusan ini.
Kini, Thailand harus mulai mencari pelatih baru untuk mengarungi sisa Kualifikasi Piala Asia 2027. Mereka masih dijadwalkan bertandang ke Sri Lanka pada 18 November, sebelum menghadapi Turkmenistan di kandang sendiri pada 31 Maret 2026 mendatang. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!