Competitions
UEFA baru-baru ini mengatakan jika mereka akan melakukan voting untuk menentukan apakah Israel akan dibebukan atau tidak. Tetapi, voting tersebut akan ditunda, karena Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengajukan proposal perdamaian.
Meski UEFA tidak pernah secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka sedang mempertimbangkan pertemuan untuk membahas pembekuan tersebut, rumor berdengung terlalu kencang, sehingga Amerika Serikat pun turun tangan. Pengumuman Trump mengenai rencana perdamaiannya dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Senin WIB lalu, membuat UEFA akan menunda voting tersebut.
Federasi-federasi nasional yang sebelumnya mendukung larangan tersebut menerima keputusan untuk menunda, dengan beberapa sumber mengatakan akan sangat bodoh bagi UEFA untuk mengambil tindakan individual sementara upaya perdamaian kolektif sedang berlangsung. Keputusan tersebut dapat ditinjau kembali jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam perjanjian perdamaian tersebut. Trump sendiri mengatakan pada hari Selasa WIB bahwa upaya pengajuan perdamaian akan dilakukan dalam tiga hingga empat hari ke depan.
Pekan lalu, sekelompok diplomat senior mendesak UEFA dan FIFA untuk memberlakukan larangan setelah terbitnya laporan dari komisi penyelidikan internasional independen PBB, yang menemukan Israel melakukan genosida di Gaza, Palestina. Dua pekan lalu, kelompok kampanye yang menamai diri mereka Game Over Israel mengambil alih sebuah papan iklan di Times Square, New York untuk mendesak federasi-federasi sepak bola memboikot pertandingan dengan Israel, tidak peduli apakah dengan negara atau klub.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya di ShotsGoal, jika voting dilakukan dan mayoritas setuju Israel dibebukan, hal ini akan berdampak pada sepak bola Israel. Tim nasional mereka dipastikan tidak akan bisa melanjutkan kiprah mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, yang akan dimainkan kembali pada jeda internasional bulan Oktober ini. Selain itu, Maccabi Tel Aviv, yang saat ini bertanding di Liga Europa 2025-2026, juga dipastikan akan dikeluarkan dari turnamen mengingat mereka adalah klub yang berasal dari Israel.
Kini, pengumuman dari Trump membuat voting tersebut akan ditunda untuk sementara waktu. Rencana ini sendiri mendapat respon positif dari beberapa pemimpin di dunia. Pemimpin-pemimpin dari Inggris, Prancis, dan Jerman, serta Kementerian Luar Negeri dari masing-masing UEA, Arab Saudi, Mesir, Qatar, Yordania, Turki, dan Indonesia, mendukung perjanjian perdamaian ini.
Ikuti terus kelanjutan berita ini secara lengkap hanya di ShotsGoal!