Competitions
Vinicius Junior saat ini tengah menjalani negosiasi kontrak baru dengan Real Madrid, meskipun masih terikat hingga 2027. Kabar terbaru menyebutkan bahwa pemain asal Brasil tersebut meminta kenaikan gaji menjadi 25 juta Euro per tahun bersih, setara dengan Rp 477,6 miliar.
Namun, pihak Real Madrid dinilai enggan memenuhi permintaan tersebut. Klub hanya bersedia menawarkan 20 juta Euro per tahun sebelum pajak, atau sekitar 335 ribu Euro per pekan. Menurut laporan Cadena SER, situasi ini dinilai rumit karena kedua belah pihak belum menemukan titik temu.
Sumber dari El Larguero bahkan menyebut permintaan Vinicius sebagai "tidak masuk akal", terutama karena ia ingin mendapatkan gaji bersih yang lebih tinggi daripada pemain lain di skuad. Hal ini memicu spekulasi apakah negosiasi akan berjalan lancar atau justru berujung pada kebuntuan.
Real Madrid sebenarnya berkomitmen untuk mempertahankan Vinicius Junior, mengingat perannya yang krusial dalam tim. Namun, mereka juga harus mempertimbangkan struktur gaji yang seimbang agar tidak mengganggu keuangan klub.
Los Blancos dikenal sebagai klub yang disiplin dalam hal penggajian pemain. Mereka tidak ingin menciptakan preseden di mana satu pemain mendapatkan gaji jauh lebih tinggi daripada rekan setimnya, seperti yang terjadi dengan kasus Gareth Bale di masa lalu.
Meskipun demikian, Madrid tetap berusaha mencari solusi terbaik. Mereka tidak ingin kehilangan Vinicius, terutama di tengah minat besar dari klub-klub Arab Saudi yang siap membayar mahal untuk jasa sang bintang.
Sejak bergabung dengan Real Madrid pada 2018, Vinicius Junior telah membuktikan diri sebagai salah satu pemain terbaik dunia. Dari 322 penampilan, ia telah mencetak 106 gol dan memberikan 83 assist, menjadikannya salah satu penyerang paling produktif di Eropa.
Pemain berusia 25 tahun ini juga telah memenangkan 14 gelar bersama Madrid, termasuk 3 gelar LaLiga, 2 Liga Champions, dan 2 Piala Dunia Antarklub. Performa gemilangnya di musim 2023/2024 bahkan hampir membawanya meraih Ballon d'Or, sebelum akhirnya kalah dari Jude Bellingham.
Dengan kontribusi sebesar itu, wajar jika Vinicius merasa layak mendapatkan kenaikan gaji. Namun, Madrid harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dampaknya terhadap dinamika tim dan stabilitas finansial klub.
Jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan, tidak menutup kemungkinan Vinicius akan mempertimbangkan tawaran dari klub lain. Arab Saudi menjadi salah satu destinasi potensial, mengingat mereka mampu memberikan gaji yang jauh lebih besar daripada yang ditawarkan Madrid.
Namun, Vinicius Junior sebelumnya selalu menyatakan keinginannya untuk tetap di Santiago Bernabeu. Ia menikmati statusnya sebagai bintang utama dan tidak ingin meninggalkan proyek jangka panjang bersama Xabi Alonso.
Keputusan akhir akan sangat bergantung pada seberapa jauh Madrid bersedia memenuhi permintaannya. Jika kedua belah pihak bisa mencapai kompromi, Vinicius kemungkinan besar akan memperpanjang kontrak. Namun, jika tidak, transfer mengejutkan bisa saja terjadi di akhir musim.