Competitions
Wojciech Szczesny menyambut kedatangan Joan Garcia ke Barcelona dengan sikap yang sangat positif. Alih-alih menganggapnya sebagai pesaing, kiper asal Polandia itu justru ingin menjadi mentor bagi kiper muda tersebut. Szczesny mengaku ingin meneladani apa yang dulu dilakukan Gianluigi Buffon terhadap dirinya selama di Juventus.
Musim ini membawa perubahan signifkan dalam peran Szczesny di Barcelona. Setelah musim lalu berperan penting dalam raihan gelar ganda domestik, kini ia harus lebih sering duduk di bangku cadangan. Kedatangan Garcia sebagai kiper utama membuat posisinya tergeser, meski situasi berubah setelah Garcia cedera lutut.
Dalam tiga pertandingan terakhir, Szczesny kembali mendapatkan menit bermain setelah Garcia diprediksi absen hingga bulan depan. Meski demikian, kiper berusia 34 tahun ini tidak mengeluh tentang statusnya sebagai cadangan. Ia menunjukkan profesionalisme tinggi dengan tetap siap kapan pun dibutuhkan tim.
Szczesny beruntung masih mendapatkan kesempatan bermain setelah Marc-Andre Ter Stegen mengalami cedera panjang. Situasi ini memberinya kesempatan untuk tetap berkontribusi sekaligus membimbing Garcia dalam perjalanan kariernya.
Pengalaman Szczesny seperti apa yang dilakukan Buffon di Juventus kepadanya. Ketika bergabung dengan Juventus pada 2017, ia sempat menjadi cadangan dari Buffon sebelum akhirnya mengambil alih posisi kiper utama setahun kemudian.
Proses belajar dari Buffon meninggalkan kesan mendalam bagi Szczesny. Ia tidak hanya belajar teknik menjaga gawang, tetapi juga sikap dan kepemimpinan seorang kiper top. Nilai-nilai inilah yang sekarang ingin ia tularkan kepada Garcia meski mengakui bahwa mungkin tidak sebanyak yang ia pelajari dari Buffon.
Szczesny memahami betul bahwa perjalanan karier seorang kiper mudah seperti Garcia mirip dengan pengalamannya dulu. Meski Garcia mungkin tidak bisa belajar banyak darinya seperti ia dulu belajar dari Buffon, namun proses ini tetaplah penting bagi perkembangan kiper muda tersebut.
Bagi Szczesny, kata persaingan bukanlah istilah yang tepat dalam menggambarkan hubungan antar kiper satu tim. Ia lebih memilih pendekatan kolaboratif dimana semua kiper saling mendukung dan menguatkan. Ketika satu kiper tampil, kiper lainnya memberikan dukungan penuh.
Pendekatan ini terbukti dalam menciptakan atmosfer positif di ruang ganti. Szczesny menekankan bahwa semua kiper di Barcelona adalah teman baik yang saling mendukung. Tidak ada rasa iri atau persaingan tidak sehat di antara mereka.
Dengan sikapnya yang positif ini, Wojciech Szczesny tidak hanya membantu perkembangan Joan Garcia, tetapi juga berkontribusi pada kekompakan tim secara keseluruhan. Perannya sebagai mentor sekaligus rekan setim yang supportif menjadi contoh baik dalam dunia sepak bola profesional. Simak terus berita sepak bola lainnya secara lengkap hanya di ShotsGoal!